Curhat lagi dihati yang sepi…
Juli 27, 2008
Hari ini habis ngunjungi teman yang sedang bahagia, bahagia karena sedang menjalani resepsi pernikahan, seperti biasa tetamu undangan datang dari berbagai kalangan, mulai dari A-Z datang semua, tak terkecuali saya dan teman-teman.
Ada yang menarik terkait dengan perasaan yang saya rasakan, disatu sisi saya ikut bahagia dengan teman yang mendapatkan jodohnya, disisi yang lain hati saya juga merasakan pilu atau perasaan seperti itu, pilu karena belum ada cewek, yang cocok buat saya.
Sebenarnya dalam menetapkan kriteria seorang cewek, saya juga gak tinggi-tinggi amat, cukup sholihah, dan terbiasa menghadapi lirikan liar 1000 orang lelaki
Padahal kalau saya mau bersyukur, ada banyak teman saya khususnya cewek yang belum mendapatkan pasangannya, padahal umurnya dah diatas saya lho. Entah kenapa saya begitu terobsesi dengan umur 25 untuk melakukan nikah, dan saya menjalani hal tersebut selama +- 4 bulanan, dan rasanya juga biasa aja tuh.
Sebagai tambahan, kalau saya sedang jenuh dengan keadaan dunia dan menghendaki suasana yang lebih segar( biar tidak terus mengeluh ) biasanya saya berdo’a dengan do’a nabi yang membuat saya bisa tenteram, kurang lebih do’anya seperti ini: “Ya Allah jadikan musibah ini Engkau ganti dengan yang lebih baik”
Biasanya, setelah do’a tersebut saya panjatkan rasanya lebih lega, dan senang dengan keadaan yang sekarang, hingga rasa kurang bersyukurpun dapat tereliminasir dengan sedikit demi sedikit.
Memang hal tersebut harus dilakukan kontinyu, agar bisa mendapatkan manfaat yang
maksimal, karena seperti sabda beliau juga :”Al-Istiqomatu khoirun min alfi karomah” kurang lebih artinya “Kontinyuitas dalam beribadah itu lebih baik daripada seribu karomah”.
Entry Filed under: 1. .

Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed